You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Basuki Masih Temukan Tali Air Tersumbat Sampah
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Basuki Masih Temukan Tali Air Tersumbat Sampah

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku masih menemukan tali air yang tersumbat sampah di wilayah Ibukota. Padahal dirinya telah menginstruksikan setiap lurah untuk memeriksa saluran air agar tidak tersumbat oleh sampah.

Makanya saya bilang camat lurah nggak perhatiin, saya bilang saya nggak mau dengar kata tergenang

"Makanya saya bilang camat lurah nggak perhatiin, saya bilang saya nggak mau dengar kata tergenang," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (21/7).

Salah satu lokasi yang ditemukan Basuki masih tergenang usai hujan yakni di kawasan Pasar Senen dan Cempaka Putih. Bahkan di kawasan itu banyak pedagang kaki lima (PKL) dan tukang becak yang menguasai trotoar.

Peninggian Jl Kemang Utara IX Dimulai Pekan Depan

Tak jarang juga pedagang dan tukang becak membuang sampah ke dalam saluran. Sehingga saluran tertutup sampah, yang membuat aliran air terganggu.

"Jangan biarkan oknum PKL, becak apapun sambil nongkrong buang sampah. Kemarin saya lewatin di Senen, Cempaka Tutih airnya tinggi padahal hujan sudah berhenti. Karena semua sampah menyumbat, tali air jadi buntu," tegas Basuki.

Ditambahkan Basuki, pihaknya telah meminta camat dan lurah untuk terus memantau saluran air di wilayahnya masing-masing. Hal itu juga berlaku saat kondisi cuaca terang.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye10806 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1326 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1247 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1240 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye967 personBudhi Firmansyah Surapati